Hama sering kali menjadi masalah di berbagai lingkungan, baik di pertanian, perkebunan, maupun di sekitar tempat tinggal. Jika tidak ditangani dengan tepat, populasi hama dapat berkembang pesat dan menyebabkan kerugian yang signifikan. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan sering kali menjadi solusi instan, tetapi berpotensi menyebabkan resistensi hama, pencemaran lingkungan, dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan metode pengelolaan yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengendalikan hama tanpa merusak keseimbangan ekosistem.
Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) menjadi solusi yang sangat baik karena mengombinasikan berbagai metode pengendalian yang ramah lingkungan dan efisien. Pemahaman yang baik tentang PHT akan membantu dalam menciptakan sistem pengelolaan hama yang lebih berkelanjutan, aman, dan menguntungkan dalam jangka panjang.
Image Source: Zhou et al., 2024
Pengelolaan Hama terpadu (PHT) merupakan pendekatan komprehensif dalam pengendalian hama yang bertujuan untuk meminimalkan dampak hama sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Dalam penerapannya, PHT mengombinasikan beberapa metode pengendalian, seperti metode biologis, budaya, mekanis, dan kimia. Metode biologis dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami hama, seperti predator atau parasit. Sementara itu, metode budaya melibatkan praktik pertanian seperti rotasi tanaman dan penggunaan varietas yang lebih tahan terhadap serangan hama.
Metode mekanis diterapkan melalui pemasangan perangkap, penggunaan penghalang, atau pengolahan lahan yang dapat mengurangi populasi hama. Jika ketiga metode ini belum cukup efektif, maka penggunaan pestisida kimia dapat dilakukan, tetapi dalam jumlah yang terkendali agar tidak merusak keseimbangan lingkungan.
Penerapan PHT bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan hama yang berkelanjutan dan efektif dalam jangka panjang. PHT menerapkan empat langkah utama dalam pengelolaan hama di antaranya adalah menetapkan ambang tindakan, memantau dan mengidentifikasi hama, pencegahan, serta pengendalian.
Langkah pertama dalam pelaksanaan PHT adalah menetapkan ambang tindakan, yaitu menentukan batas populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian. PHT menerapkan konsep economic injury levels, yaitu batas populasi hama yang menyebabkan kerusakan lebih besar dibandingkan biaya pengendalian. Tidak semua kehadiran hama langsung membutuhkan pengendalian, sehingga penting untuk menilai kapan hama mulai mengancam secara ekonomi. Dengan adanya ambang ini, keputusan pengendalian menjadi lebih tepat dan efisien.
Langkah kedua adalah memantau dan mengidentifikasi hama untuk memastikan bahwa tindakan pengendalian hanya dilakukan terhadap hama yang benar-benar merugikan. Banyak organisme yang tidak berbahaya atau bahkan bermanfaat bagi ekosistem, sehingga identifikasi yang akurat sangat penting. Pemantauan yang baik juga mencegah penggunaan pestisida yang tidak perlu atau salah sasaran.
Langkah ketiga adalah pencegahan, yaitu mengelola lingkungan agar hama tidak berkembang menjadi ancaman. Pencegahan adalah cara yang efektif, hemat biaya, serta minim risiko bagi lingkungan dan manusia.
Langkah terakhir adalah pengendalian, yang diterapkan jika pemantauan menunjukkan bahwa pencegahan tidak cukup. Metode pengendalian yang paling aman dan spesifik, seperti feromon atau perangkap, diprioritaskan terlebih dahulu. Jika metode ini kurang efektif, penggunaan pestisida dilakukan secara selektif sebagai opsi terakhir.
Image Source: Freepik.com
PHT dianggap sebagai solusi terbaik dalam pengelolaan hama karena memiliki berbagai manfaat. Salah satu manfaat utamanya adalah pengurangan penggunaan bahan kimia, di mana PHT mengutamakan metode non-kimia sehingga dapat menekan ketergantungan pada pestisida. Hal ini membantu mengurangi residu bahan kimia dan meminimalkan pencemaran lingkungan.
PHT juga mendukung keanekaragaman hayati dengan menjaga populasi serangga menguntungkan yang berperan dalam keseimbangan ekosistem. Dari segi ekonomi, PHT lebih efisien dalam jangka panjang, meskipun penerapannya membutuhkan investasi awal untuk pemantauan dan pelatihan. Dengan mencegah serangan hama yang merugikan, metode ini dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk pestisida.
Penggunaan berbagai metode pengendalian dalam PHT membantu mengurangi risiko resistensi hama terhadap pestisida, sehingga strategi pengelolaan hama tetap efektif dalam jangka panjang. Manfaat lainnya, khususnya di bidang pertanian, PHT dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan pangan, karena penerapan PHT menunjukkan komitmen terhadap praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) membutuhkan konsultan pengendalian hama untuk memberikan panduan dalam identifikasi dan strategi pengendalian hama yang efektif. Jika infestasi sudah parah, jasa pengendali hama profesional dapat dipanggil untuk menangani hama dengan metode khusus. Kombinasi keduanya memastikan pengelolaan hama yang optimal, efisien, dan berkelanjutan.
Author: Dherika
Cherlinka, V. (2025). Integrated Pest Management Strategies in Agriculture. Retrieved from https://eos.com/blog/integrated-pest-management/ (Accessed: March 22nd, 2025).
Deiss, F. (n.d.). Integrated Pest Management: How It Works and Benefits. Retrieved from https://bioprotectionportal.com/resources/integrated-pest-management-use-and-its-benefits/ (Accessed: March 21st, 2025).
Environmental Protection Agency. (Sept 3rd, 2024). Integrated Pest Management (IPM) Principles. Retrieved from https://www.epa.gov/safepestcontrol/integrated-pest-management-ipm-principles (Accessed: march 19th, 2025).
FAO. (2025). Pest and Pesticide Management. Retrieved from https://www.fao.org/pest-and-pesticide-management/ipm/integrated-pest-management/en/ (Accessed: March 22nd, 2025).
Mackley-Ward, H. (June 21st, 2023). Integrated Pest Management (IPM) in Practice: An Overview. Retrieved from https://sprint-h2020.eu/index.php/blog/item/9-integrated-pest-management-ipm-in-practice-an-overview (Accessed: March 21st, 2025).
Zhou, W., Arcot, Y., Raul, F.M., Julio, B., Luis, C.Z., & Mustafa, E.S.A. (2024). Integrated Pest Management: An Update on the Sustainability Approach to Crop Protection. ACS Omega, 9, 41130-41147.