Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dan hewan hidup beriringan satu sama lain dan berinteraksi dalam suatu ekosistem. Akan tetapi, tidak semua hewan yang hidup di lingkungan sekitar memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Beberapa jenis hewan, utamanya serangga kerap kali merugikan bagi manusia dalam banyak aspek kehidupan baik dalam lingkungan rumah tangga maupun industri. Hama dapat mengancam operasional pada lingkungan industri, begitu juga dapat menyebabkan gangguan kebersihan, pencemaran, dan kerusakan bahan makanan dalam lingkungan rumah tangga.
Perbedaan Hama Rumah Tangga dan Industri
Hama yang ditemukan pada rumah tangga umumnya merupakan jenis hama yang umumnya dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan manusia. Hal ini dapat terjadi dikarenakan jenis hama rumah tangga menyukai sumber makanan, air, dan tempat perlindungan yang sangat mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga. Stok persediaan bahan makan, keran pipa air, maupun celah-celah pada bangunan membuat lingkungan rumah tangga menjadi tempat yang ideal untuk hama rumah tangga berhabitat. Sementara itu, hama yang ditemukan dalam lingkungan industri cenderung lebih spesifik mengenai sumber makanan yang tersedia di lingkungan tersebut. Sebagai contoh, apabila suatu sector industri bergerak dalam pembudidayaan jagung. Dikarenakan sifat hama industri yang spesifik, maka umumnya apabila tidak ditangani dengan tepat, akan timbul hama berupa kumbang penggerek. Hal ini tentu berbeda jauh dengan hama pada rumah tangga dimana sumber makanan seperti stok penyimpanan di dapur atau lemari dapat mengundang berbagai jenis hama serangga apabila tidak ditangani dengan tepat. Hama yang dapat timbul pada lingkungan rumah tangga beberapa diantaranya adalah kecoa, semut, lalat, hingga tikus.
Dampak Serangan Hama dalam Lingkungan Rumah Tangga
Secara umum, kerugian yang ditimbulkan oleh serangan hama pada rumah tangga tidak begitu besar. Umumnya, serangan hama yang terjadi di lingkungan rumah tangga dapat mengancam kesehatan penghuni dengan kemungkinan serangga tersebut sebagai vektor penyakit. Selain itu, timbulnya hama di lingkungan rumah tangga seperti kecoa atau tikus memberikan dampak yang sangat negative terkait sanitasi dan estetika. Begitupun adanya gangguan fisik dan psikis bagi penghuni rumah tangga. Timbulnya hama dalam lingkungan rumah tangga juga dapat memberikan dampak ekonomis. Hama yang menyerang stok penyimpanan makanan tentunya akan merusak stok yang ada sembari memberikan ancaman terkait penyaluran bakteri ataupun penyakit sebagai vector.
Dampak Serangan Hama dalam Lingkungan Industri
Hama yang timbul pada lingkungan industri dapat memberikan ancaman ekonomis yang lebih besar. Hal ini dikarenakan timbulnya hama pada lingkungan produksi dapat mengancam higienitas serta kualitas produk yang diproduksi bahkan dapat menurunkan produktivitas. Dampak lain dari hama pada lingkungan industri adalah rusaknya reputasi perusahaan dan turunnya kepercayaan konsumen apabila hama yang timbul tidak ditangani secara tepat. Ini merupakan salah satu faktor yang membedakan antara serangan hama di lingkungan rumah tangga dan industri, dimana hama yang timbul di lingkungan industri mampu memberikan dampak yang lebih jauh dibandingkan kerugian finansial.
Metode Preventif dan Penanganannya
Dalam lingkungan rumah tangga, serangan hama yang timbul umumnya tidak masif sehingga pendekatan dapat dilakukan dengan metode yang lebih sederhana tetapi tetap efektif seperti penggunaan jebakan mekanis untuk tikus, lem perangkap, maupun penggunaan pestisida bait untuk penanganan kecoa. Adapun frekuensi penggunaan dari pestisida maupun jebakan ini bergantung kepada tingkat serangan dari hama tersebut. Selain itu, senantiasa menyimpan bahan makanan di dalam kulkas ataupun tempat yang tertutup, juga menghindari menyimpan sisa makanan di meja atau lantai dapat mencegah hinggapnya lalat, nyamuk, maupun kecoa di sekitar lingkungan rumah tangga. Beberapa hama juga menyukai lingkungan yang lembab dan hangat, sehingga penggunaan bahan penyerap kelembaban serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah memastikan lingkungan yang terbentuk selalu bersih dengan suplai udara yang mencukupi. Perbaikan celah-celah bangunan dan retakan juga dapat mencegah timbulnya rayap maupun semut. Apabila serangan hama yang timbul masif, maka diperlukan metode penanganan yang lebih mendalam seperti penggunaan insektisida dengan dosis yang tepat, metode fogging, atau dapat mempertimbangkan penggunaan jasa profesional yang aman dan juga ramah lingkungan.
Hal ini dapat berbeda dengan hama yang timbul di lingkungan industri. Penanganan yang dilakukan di lingkungan industri, baik itu pertanian, perkebunan, kosmetik, ataupun restoran memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya melindungi produk untuk mencegah kerugian yang lebih jauh. Selain itu, reputasi perusahaan merupakan aset penting yang perlu dijaga. Penerapan strategi pengendalian hama terpadu (IPM) dapat menjadi solusi dalam menangani masalah hama di lingkungan industri. Objektif utama dari IPM adalah menangani permasalahan hama dengan mencari kombinasi terbaik antara biologi dan kimia. Penggunaan insektisida kimia dapat dilakukan dengan cara yang paling tidak mengganggu aktivitas pengendalian biologis. Penggunaan insektisida kimia juga dapat dilakukan apabila hasil monitoring menunjukkan bahwa tingkat infestasi hama yang ditemukan sudah melebihi ambang batas.
REFERENSI:
Sutikno,A.,Rasyad,A.,Amin,B.,Mahatma,R.2020.”Persepsi Masyarakat Kota Pekanbaru Terhadap Gangguan Hama Permukiman”. Jurnal Industri dan Perkotaan, 16(2): 1-8
Asril,M.,Lismaini,Ginting,M.S.,Suryanti,E.,Wahida,Aksan,C.W.M.A.,Joeniarti,E.2022.Pengelolaan Hama Terpadu. Yayasan Kita Menulis