Jenis-jenis Kecoa Raksasa di Dunia dan Cara Pengendaliannya (Bag. 4)

Jenis-jenis Kecoa Raksasa di Dunia dan Cara Pengendaliannya (Bag. 4)
26
Jumat, 26 Juli 2024

Selain kecoa badak, kecoa kepala kematian dna kecoa Peru, spesies kecoa raksasa lain yaitu kecoa mendesis Madagaskar.

Pada artikel ini, kita akan mengulas mengenai kecoa raksasa Mendesis Madagaskar serta cara pengendaliannya.

Kecoa Mendesis Madagaskar

Gromphadorhina portentosa atau kecoa Mendesis Madagaskar adalah spesies kecoa dalam keluarga Blaberidae.

Berdasarkan panjang dan lebar tubuhnya, kecoa Mendesis Madagaskar adalah salah satu kecoa terbesar di dunia.

Kecoa ini sudah hidup sejak 350 juta tahun yang lalu.

Sesuai namanya, spesies ini merupakan spesies kecoa yang berasal dari Madagaskar.

Karakteristik Kecoa Mendesis Madagaskar

Gromphadorhina portentosa memiliki panjang tubuh sekitar 5 – 10 cm dengan berat 0,025 – 0,087 kg.

Kecoa ini mengalami sklerotisasi, sehingga seluruh tubuhnya berwarna kecoklatan atau hitam.

Segera setelah proses pergantian kulit, spesies ini akan menunjukkan warna putih hingga rangka luarnya mengeras.

Selama proses sensitif tersebut, kecoa tidak boleh dipegang untuk menghindari cedera.

Tidak seperti banyak kecoa lainnya, spesies ini tidak bersayap, tetapi dapat berlari cukup cepat.

Kecoa jantan memiliki dua tuberkel (benjolan) besar di permukaan dorsal protoraks.

Sekilas, banyak orang mengira tuberkel ini sebagai mata; namun, kepala sebenarnya terletak di bawah area ini dan dilindungi oleh pelindung protoraks yang tebal.

Kecoa betina juga memiliki benjolan ini; Namun, mereka tidak terlalu menonjol dan agak halus.

Kedua jenis kelamin memiliki spirakel perut kedua yang dimodifikasi (lubang pernapasan di sisi tubuh).

Menggunakan udara melalui spirakel ini, kecoa-kecoa ini dapat menghasilkan suara mendesis saat kawin, berkelahi, atau saat terganggu

Habitat Kecoa Mendesis Madagaskar

Gromphadorhina portentosa umumnya mendiami hutan-hutan tropis yang lebat dan lembap.

Spesies inii dapat ditemukan di batang pohon berlubang, serasah daun, kayu yang membusuk di hutan tropis dan di gua-gua di pulau Madagaskar

Kecoa ini membutuhkan lingkungan yang lembap untuk bertahan hidup.

Diet dan Predator Kecoa Mendesis Madagaskar

Di alam liar, kecoa ini seringkali memakan buah yang membusuk, bangkai hewan, bahan-bahan seperti lem, kertas, kain serta isolasi kabel listrik.

Ketika menjadi hewan peliharaan, kecoa ini akan memakan wortel, kentang dan apel.

Di Madagaskar, kecoa mendesis ini merupakan sumber makanan bagi hewan yang lebih besar seperti lemur, burung, dan kadal.

Perilaku Kecoa Mendesis Madagaskar

Kecoa ini hidup dalam koloni besar. Kecoa jantan akan mendominasi beberapa betina.

Kecoa ini aktif di malam hari untuk mencari sisa-sisa makanan.

Kecoa jantan akan menggunakan tanduknya untuk mempertahankan diri dalam pertarungan agresif.

Kecoa yang menang akan lebih banyak mendesis dibandingkan yang kalah.

Komunikasi antar kecoa meliputi sentuhan, pendengaran, feromon, dan empat desisan berbeda.

Tahapan Hidup Kecoa Mendesis Madagaskar

Musim kawin berlangsung sepanjang tahun, tetapi perkawinan hanya terjadi saat iklim hangat.

Dalam proses kawin, kecoa jantan akan mengitari betina sambil mendesis dan menyentuh antenanya.

Betina membuat wadah telur seperti kepompong yang disebut ootheca dan membawa telur (dan nimfa neonatal) hasil perkawinan di dalam tubuhnya selama 60 hari, yang biasanya berjumlah 15-40 telur.

Telur akan menetas menjadi nimfa.

Nimfa akan tinggal bersama induknya selama sekitar 6 bulan setelah menetas dan melakukan molting (berganti kulit) 6 x hingga dewasa dalam tujuh bulan.

Kecoa ini memiliki jangka hidup selama 5 tahun di alam liar.

Bahaya Kecoa Mendesis Madagaskar

Secara umum, Gromphadorhina portentosa tidak dianggap sebagai hama yang serius, keberadaannya di dalam rumah bisa menjadi masalah.

Mereka dapat membawa kuman dan bakteri yang berbahaya, serta menjadi sumber alergi bagi beberapa orang.

Selain itu, kehadiran kecoa di rumah juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan citra negatif terhadap kebersihan lingkungan.

Jika dilepaskan ke lingkungan yang tidak sesuai, seperti di daerah yang bukan habitat aslinya, kecoa Madagaskar juga dapat menjadi invasif dan mengganggu ekosistem lokal.

Pengendalian Kecoa Mendesis Madagaskar

Beberapa cara pengendalian kecoa Mendesis Madagaskar diantaranya

Metode Mekanik:

  • Penggunaan perangkap: perangkap kecoa yang tersedia secara komersial atau handmade dapat dilakukan dengan menggunakan botol plastik yang diisi dengan umpan seperti roti basah atau minuman manis. Penempatan perangkap di area yang sering dilalui kecoa penting untuk dilakukan.
  • Pembersihan habitat: Menghilangkan sumber makanan, air, dan tempat persembunyian dapat mengurangi populasi hama.

Metode Kimiawi:

  • Penggunaan insektisida: Beberapa jenis insektisida yang dapat digunakan diantaranya: piretroid, organofosfat, karbamat dan Insect Growth Regulator atau IGR.

Metode Biologis:

  • Penggunaan predator alami: lemur, burung atau kadal merupakan predator alami dari kecoa spesies ini
  • Penggunaan patogen: Memanfaatkan patogen entomopatogenik yang aman bagi manusia dan hewan lainnya untuk menginfeksi dan mengontrol populasi hama.

Nah, demikian ulasan singkat terkait kecoa mendesis Madagaskar beserta cara pengendaliannya. 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami melalui +62 821-1825-0931.

Author: Saila Rachma

REFERENSI

Delfosse, E. (2004). Les blattes souffleuses de Madagascar. Insectes 153: 19–22.

Nelson, Margaret C. (1979). Sound production in the cockroach, Gromphadorhina portentosa: The sound-producing apparatus. Journal of Comparative Physiology A. 132: 27–38. doi:10.1007/BF00617729

KONSULTASI DENGAN AHLI HAMA